katasapril

kata-kata sapril

Jangan Ngomong Dedikasi


Curhat ga keren dari seorang yang ngaku ber-dedikasi

Beberapa waktu yang lalu saya sempat curhat dengan seorang karib. Curhatnya ga jauh-jauh dari seputaran kerja, dan haha…  kondisi internal (pribadi maksudnya). Di sebuah cafe milik karib lain yang cozy @Tanjung Pendam. Meski beranjak larut, tapi udara cukup hangat bersahabat.

Saya bilang, “Kurang dedikasi apa saya dengan pekerjaan di kantor? Apa saja kukerjain, siapa yang butuh bantuan, kubantu. Tapi kok lama-lama capek ya? *tumbuh tanduk di kepala…*”

Karibku bilang,”Lah itu kan pilihanmu menjadi mata pahat* di lingkungan kerjamu…”

“Weii… pardon me brother, sepertinya itu bukan pilihan deh. Lebih tepatnya terjebak.”

“Wa ha ha ha… bukannya itu konsekuensi dari orang yang punya konwledge dan skill diatas rata-rata lingkungannya?”

“Iya lah konsekuensi… tapi ga gitu-gitu amat kali…”

Curhat itu masih berlangsung lama, sampai kopi O (kopi bubuk tanpa krimer, tanpa susu) dalam cangkir habis dan memesan kembali secangkir Cappucino. Dan ketika pulang saya hanya ingat kata karib lawan curhat saya itu.

Katanya, “Jangan ngomong dedikasi kalau,”

Telat jadi tabiat. Jdugg… iya sih,  ‘penyakit’ insomniak ku jadi kadang jadi sebab *alasan* yang membuatku datang telat ke kantor. Lah iya, bu Boss datang setengah delapan tet, anak buahnya yang satu ini datang jam delapan *parahh….* –Tapi saya bayar overtime, pulang setengah jam lebih akhir, bahkan sering lebih. *pengakuan dosa untuk meringankan rasa bersalah karena korupsi waktu… padahal tetap saja namanya tidak disiplin. Blehh!*😦

Mengeluh jadi lagu wajib. Weiiit… saya tidak suka mengeluh brooo! “Iya, tapi mukamu yang tidak terlalu ganteng itu kau lipat-lipat jadi sepuluh hingga membuat orang jadi takut dekat-dekat denganmu.” Ummm… apa iya sih? *keknya emang harus bawa kaca ke ruang kerja deh, biar bisa tau seseram apa sih mukaku kalo lagi hectic dan overload”.

Duit menipis kerja pun meringis. Ini yang paling penting. “Apapun kondisi kantong kita Bro, mimpi kita tetap harus dijaga.” Pfiuuh… kok advice mu ketinggian Bro? Emang gampang po menjaga mimpi padahal kepala ketar-ketir mikirin perut besok lusa. Any better advice? “Nope, kepalamu lebih cerdas yang kau bayangkan, gunakan bersama ‘ini'” sang karib menunjuk dadanya. Aku mengangguk lemas.

Dengki jadi duri hati. Wait wait wait…. dengki Bro? Ga salah? “Come on Bro, tidak menuduhmu, no judging, no accuse. Tapi kau masih manusia kan? Oke lah kau tidak pernah dengki dengan orang-orang yang ‘lebih’ darimu. Tapi bayangkan ini: kau lagi dikejar dedlain, ngebut, serius, tapi di luar ruanganmu orang-orang lagi ber haha-hihi entah ada pesta apa di luar sana. Bagaimana perasaanmu?”

“Yaa… begitulah, tapi masa…”

“Simpan sendiri alasanmu Bro. Kau pun punya obat sendiri untuk hal itu. Okay..? Sekarang, pulanglah, tidur. Aku ga mau jadi alasan untuk keterlambatanmu besok wakakakak…”

“What the… ngenyek benar. Enggak! liat aja besok, ku wall pagi-pagi buta!”

Dan aku pun pulang. Meski tak mengantuk, kupaksakan mendekap bantal erat-erat. Sumpah, susah!

*mata pahat: istilah yang sering dipake urang Belitong untuk mengibaratkan seseorang yang selalu ‘bisa diandalkan’–lebih tepatnya peyoratif: korban yang disuruh-suruh.

**

dedication [n] : 1.The quality of being dedicated 2.The action of dedicating

dedicated [adj] : 1.Devoted to a task or purpose 2.exclusively allocated or intended for a particular purpose

***Dedikasi adalah kewajiban yang mengharuskan untuk tidak menguntungkan diri pribadi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk materi atau lainnya, berkat fungsi yang dilaksanakannya yang berkaitan dengan kepentingan dan tekanan dari pihak ketiga, dalam bentuk apapun juga, dengan maksud selalu menghormati dan menjunjung tinggi kebersamaan hak dan kedudukan setiap warga negara. (nyari di om G)

===Mimpi kita terlalu tinggi untuk diinjak oleh keadaan=== (temanku, bolehkah namamu dipublikasikan?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: